Rabu, 16 Juni 2021

4 Langkah Mudah Memberi Makan Anak Kucing Tanpa Induk

 4 Langkah Mudah Memberi Makan Anak Kucing Tanpa Induk

Oleh : Wendy Lastwati

Ternyata memelihara hewan bagi anak itu penting loh, Bun. Karna kecerdasan anak itu tak melulu diukur dengan nilai. Menurut pakar pendidikan dan psikologi, Howard Gardner, kecerdasan anak itu bisa diukur dari 9 jenis kecerdasan. Salah satu jenis kecerdasan anak dari kecerdasan majemuk itu adalah kecerdasan naturalis. Kecerdasan ini meliputi ketertarikan mempelajari alam dan lingkungan. Nah salah satu cara mengembangkannya adalah dengan mengajak anak memelihara hewan. 

Sebulan yang lalu, di depan gerbang rumah, sebungkus plastik hitam bergerak-gerak sendiri. Thoriq melapor ke Bunda. “Bun, boleh ya pelihara kucing lagi?” Bunda hampir tak percaya. Setahun yang lalu ada satu anak kucing putih tiba-tiba sudah ada di gudang aja. Bunda memang berpikir untuk pelihara anak kucing. Hal ini bagus agar anak belajar cara menyayangi hewan. Dan sekarang, Thoriq ingin lagi memelihara anak kucing. Memang bayi apapun itu sangat menggemaskan. Masalahnya adalah antusias memelihara hewan itu hanya di awal saja. Tugas orang tua membimbing tak semudah itu. Pada hari pertama bayi kucing itu ada di rumah, setiap jam, Thoriq, Naura dan Shofi mengecek kucing-kucing itu. Bahkan Shofi yang tidak suka kucing pun ingin memberi nama. Akhirnya diputuskan ketiga bayi kucing itu diberi nama Lili, Mimi dan Timi. Ketiga anak kucing ini sangat istimewa. Mereka dibuang orang tanpa induknya. Sungguh sebuah tantangan! 

Baiklah mari kita cari tutorial memelihara bayi kucing di Youtube. Dan begitu diklik kata kunci tersebut. Jreenggg, munculah sejumlah tautan link vlognya. Memelihara bayi kucing adalah tantangan tersendiri. Sungguh bahkan ibu apapun (manusia bahkan hewan) sangat berharga.Tak tergantikan. Karena susu bayi kucing itu sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah. 


Inilah 4 langkah mudah memberi makan bayi kucing tanpa induk.

1. Susu. Susu bayi kucing itu yang paling bisa menggantikan adalah susu kambing. Karna gen susu sapı ga cocok selain untuk anak kucing. Jadi jika ingin memelihara bayi kucing, belilah susu kambing. 

2. Air. Air yang dipakai untuk mencampur dengan susu kambing lebih baik air panas/hangat. 

3. Sebelum memberi susu, bayi kucing harus dibuat supaya pipis dahulu. Caranya adalah dengan menyeka bagian kelamin bayi kucing dengan lembut dengan tisu atau kain lap. Bahkan bayi kucing yang baru lahir saja harus diajari untuk pipis. Biasanya sang induk akan menjilat alat kelamin si bayi kucing supaya merangsang pipisnya keluar. Sungguh insting ibu terbaik!

4. Bayi kucing tidak suka dot. Lebih mudah dengan alat suntikan. Bahkan di awal-awal memberikan susu memakai tangan saya sendiri. Tangan manusia menyerupai puting ibu kucing.  Namun tidak ada yang bisa menggantikan si ibu bayi kucing ini. Apapun itu di dunia ini memang memerlukan ibu. Allah telah merancangnya sedemikian rupa. Masya Allah. 

Bagaimana Bunda tertarik jugakah memelihara anak kucing lucu imut dan menggemaskan ini? :)

Rabu, 05 Mei 2021

Dua Kejahatan Tak Membuat Jadi Benar

 

Oleh : Wendy Lastwati

Il male è grande e vasto. Kejahatan itu agung dan luas. Kalimat pamungkas ini seolah mengunci keseluruhan ending cerita Vincenzo. Sebagian besar komentar penonton merasakan betapa kerennya kalimat itu. Ehmmm agak ngeri ya buat saya.

Mungkin kalau di cerita drama, Vincenzo ini okelah bisa dikasi nilai 9/10. Skenarionya well scripted, akting pemain bagus, sutradaranya ok banget ngarahin  sinematografinya. Tapi untuk ide cerita dan opininya nanti dulu.

Setelah kemarin heboh tema perselingkuhan di drama Korea. Sekarang tema yang ngetren di Korea adalah tema membalas kejahatan dengan kejahatan. Contohnya Vincenzo ini. Drama ini bercerita tentang mafia yang balas dendam. Ada juga tema dark hero lain seperti Taxi Driver. Bercerita tentang jasa pembalasan dendam kepada orang jahat, Taxi Driver juga mendapat sambutan baik dari penonton Korea.

Menariknya kasus-kasus yang ditangani di Taxi Driver yang diangkat dari kasus nyata di Korea. Sambutan masyarakat Korea tuh antusias banget. Seolah masyarakat dipuaskan akibat ketidakadilan di dunia nyata. Jujur aja emang puas lihat episode terbarunya. Kang supir taksi sampai meluluhlantakkan pusat data situs porno. Puas. Ga salah kalau ratingnya bagus.

Emang tema gini tuh tema baru, masih fresh di drama Korea. Para penulis skenario dan produser pinter ya menangkap kegelisahan masyarakat dalam sistem kapitalisme ini. Seolah tahu masyarakat ga berdaya menghadapi hukum manusia yang bisa seenaknya dibuat karna uang. Masyarakat bingung mau mengadu ke siapa. Jadi ditangkaplah ide itu dalam sebuah cerita drama.

Karna tema ini ngetren, saya jadi terpikir apa saking frustasinya masyakarat dengan ketimpangan hukum di dunia nyata, seolah kita sudah cukup puas menikmati pembalasan dendam dalam film. Apalagi dalam film, penjahatnya dibuat tak berdaya. Jadi terpikir apa engga ada cara lain untuk mengadili kejahatan di sistem Kapitalis ini dengan adil. Haruskah kita membalas kejahatan dengan kejahatan?

Sebagus-bagusnya cerita film kita harus bisa bedakan dengan kenyataan. Mana yang baik mana yang buruk. Kalau ada orang beneran semacam Vincenzo, Robinhood, Kang Supir Taksi, orang kayak gini juga tetep salah.

Dalam wawancara terbarunya, aktor Song Joong Ki pun kagum kepada chakkanim Park Jae Bum. Song mengatakan dia bisa merasakan kemarahan yang terpendam penulis pada keadaan yang terjadi di masyarakat. Bahkan sebenarnya Song sedih karena tokohnya itu adalah penjahat tapi malah diapresiasi. Ah I couldn't agree more. Emang pinter ini orang ya. Hehe.

Walaupun pada kenyataan kita melihat ketidakadilan yang terpampang nyata seperti kasus pelajar yang membunuh pembegal, kasus KM 40 Tol Cikampek, kasus pembubaran sepihak ormas dibandingkan dengan kasus-kasus koruptor. Kita ga boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Two wrong don't make a right.

Seorang muslim yakin dengan pemahamannya bahwa dunia diciptakan oleh Allah. Sang Pencipta juga membawa peraturan (syariat) untuk ditaati oleh manusia. Hukum-hukum yang terkandung dalam Alquran dan hadist dibuat untuk kesejahteraan manusia. Karna Allah yang paling tahu karakter manusia. Maka manusia itu ga membuat peraturan sendiri berdasarkan hawa nafsunya. Dia hanya akan taat pada perintah Allah. Seorang muslim ga akan bertanya kenapa sih pakai qishah. Dia akan memakai akalnya untuk memahami mengapa Allah membuat aturan demikian. Jadi ga ada istilahnya kejahatan dibalas kejahatan. Karena memaafkan lebih baik. Namun Allah telah menerapkan sejumlah hukum agar urusan sesama manusia adil satu sama lain. Maka itu pentingnya kita berdakwah terus tentang Islam. Tentang kebaikan.

Minggu, 25 April 2021

Berbeda Arah

 

Berbeda Arah

Aku melangkah ke Utara
Engkau jalan ke Tenggara
Akankah kita bersua?

Mungkinkah berjumpa?
Mungkin. Tapi itu sementara
Tak selamanya

Karena kita manusia
Tak akan diam saja
Terus melangkah ke suatu asa

Aku ingin ke sana
Engkau ingin berbeda
Mungkinkah berjalan seirama?

Kini kita bersama
Esok mungkin tak ada
Haruskah terus serta?

Pada suatu masa
Tak ada lagi kita
Karna arahnya telah berbeda

Senin, 26 April 2021

Sabtu, 24 April 2021

Dibalik Cemburunya Ye Ji

Nyai Seo Ye Ji jadi trending topik di jagat Twitter Indonesia beberapa waktu lalu. Kok bisa? Ternyata aktris ini dibongkar Dispatch (paparazinya seleb Korea) sebagai pacar dari aktor Kim Hyun Jung yang posesif. Ye Ji dituduh sebagai dalang dari kasus mundurnya Kim Jung Hyun. Kemudian kasus berkembang menjadi kasus bullying. Seorang mantan staf Seo Ye Ji mengatakan bahwa dirinya sering diperlakukan buruk oleh sang aktris. Isu bullying ini memang sedang ramai di Korea Selatan.

Awal kasus Seo Ye Ji ini memang bermula dari rumor kencan Kim Jung Hyun. Diberitakan bahwa Kim telah berkencan dengan lawan mainnya Seo Ji Hye di drama Crash Landing On You. Namun dibantah oleh agensi. Diberitakan kemudian bahwa Kim akan berpindah ke agensi Seo Ji Hye. Lalu Agensi Kim Jung Hyun mengkonfirmasi bahwa Kim bermasalah dengan kontrak kerjanya. Kim masih memiliki kontrak karna ada kasus di tahun 2018. Pada tahun itu, Kim seharusnya bermain drama Time. Namun akibat kesehatan mental, Kim harus mengundurkan diri dari drama tersebut. Perubahan peran ini membuat rumah perusahaan drama Time menjadi rugi. Lalu Agensi Kim berhasil meyakinkan rumah perusahaan itu bahwa Kim sedang bermasalah dengan kesehatan mentalnya. Mundurnya Kim dari produksi drama Time, membuat Kim masih memiliki sisa kontrak dengan agensinya.

Tak lama setelah berita kontrak tersebut, Dispatch kemudian memberitakan bahwa masalah mundurnya Kim pada drama Time adalah karna Kim dilarang oleh pacarnya, Seo Ye Ji untuk beradegan mesra. Seo Ye Ji diberitakan sebagai pacar yang posesif dan suka mengontrol. Kemudian Dispatch membeberkan cuplikan chat antara Seo Ye Ji dan Kim Jung Hyun. Dalam chat itu, nampak Seo Ye Ji melarang Kim untuk tidak menyentuh lawan mainnya. Diberitakan juga bahwa karena Ye Ji lah, berapa adegan mesra di drama Time dihapus.

Pada tahun 2018, Kim Jung Hyun bersikap dingin kepada aktris lawan mainnya. Saat konferensi pers, lawan mainnya, Seohyun, meminta untuk bergandengan tangan. Kim menolak. Bahkan Kim tidak mau bergandengan tangan saat pemotretan untuk promosi drama. Akibatnya banyak netizen yang mengecam Kim Jung Hyun. Kim dituduh tidak profesional. Kim dianggap tidak bersikap sopan terhadap lawan mainnya. Ternyata semua itu karena Kim dilarang tampil mesra oleh pacarnya saat itu, Seo Ye Ji.

Karena masalah ini, Kim Jung Hyun sampai dibully online. Beberapa fans dari lawan mainnya yaitu Seo Hyun sampai mengajukan petisi. Bahkan muncul petisi untuk mempensiunkan Kim Jung Hyun. Kim dituduh tidak profesional dalam bekerja. Standar kerja dalam dunia perfilman memang menuntut aktor agar terlihat mesra terhadap lawan main. Kim dianggap tidak bisa membedakan antara kehidupan pribadi dengan kehidupannya sebagai aktor profesional.

Akibat pemberitaan Dispatch Aktris Seo Ye Ji pun dicap sebagai pacar posesif dan suka mengontrol. Agensi Seo Ye Ji, kemudian mengeluarkan klarifikasi. Namun beberapa kalangan tidak puas akan klarifikasi ini. Dalam klarifikasi ini, agensi tidak ingin Seo Ye Ji disangkutpautkan dengan kasus mundurnya Kim di drama Time. Itu adalah masalah aktor Kim yang tidak profesional.

Karena skandal ini, karir Kim Jung Hyun dan Seo Ye Ji diramalkan akan tamat. Berat memang menjadi publik figur di Korea. Harus dituntut serba sempurna. Itu karena publik figur dianggap sebagai panutan. Dan yang namanya panutan tidak boleh ada cacat. (Sayang sekali orang Korea sedikit yang mengenal Rasulullah). 

Saat berita ini muncul, yang terlintas di pikiran cuma hah? Gitu amat ya orang Korea. Ya memang budaya serta pola pikir mereka berbeda. Ga habis pikir dengan beberapa komentar netizen Korea yang menyalahkan Kim yang tidak mau beradegan mesra karna pacarnya. Netizen juga mengatakan kalau sikap cemburu Ye Ji sebagai sikap yang tidak profesional dan kekanak-kanakan. Bahkan netizen Indonesia yang menggemari drama Korea pun akan berpendapat yang sama. Dalam dunia hiburan, seorang aktor dan aktris yang bermain dalam satu film harus tampil mesra. Itu adalah hal yang diwajarkan. Itu tuntutan film katanya.

Saat saya baca komentar netizen yang mengatakan Seo Ye Ji tidak profesional dengan melarang pacarnya, ada rasa yang mengganjal. Well sebagai muslim emang kayaknya jauh banget ya perbedaan prinsip kita. Dan memang lucu sekali standar perbuatan orang-orang sekarang. Seperti ada perbedaan antara publik figur (aktor) dengan masyarakat biasa. Jika aktor itu harus dituntut mesra. Itu disebut profesional. Sampai saya bertanya-tanya siapa sih yang bisa menentukan standar sikap seseorang? Bukankah aktor juga manusia? Di manakah semua standar bias ini bermula? Misalkan sebagai seorang yang biasa saja (bukan aktor), jika pasangan kita berpegangan tangan mesra dengan orang lain, bukan seharusnya wajar jika kita cemburu? Kenapa harus ada perbedaan antara aktor atau bukan? Kenapa kalau aktor yang tidak bisa membedakan antara kehidupan pribadi disebut tidak profesional? Lucu kan? Siapa sih diantara manusia yang boleh menentukan apa yang boleh dan tidak? Tidak ada yang bisa dijadikan standar umum kan. Antara satu manusia dan manusia lain tentu akan berbeda pola pemikirannya.

Biasanya manusia menggolongkan apa yang dicintainya dan disukainya sebagai baik. Begitu pula dengan apa yang dibencinya dicap sebagai hal yang buruk. Semua itu didasarkan dari manfaat dan kerugian yang didapat. Padahal sebenarnya perbuatan yang dilakukan manusia tidak ada mempunyai nilai dilihat dari perbuatannya sendiri. Misalnya makan. Apa nilainya? Apa makan itu baik? Biasanya orang yang mendapat manfaat akan berkata makan itu baik. Lalu jika orang itu ingin kurus maka dia akan mengatakan makan itu buruk.
Jadi pada dasarnya makan itu tidak ada nilainya kan? Yang menjadikan baik atau buruknya perbuatan itu adalah unsur di luar perbuatan.

Lalu siapa yang boleh menentukan baik-buruknya suatu perbuatan? Dalam hal ini baik dan buruknya perbuatan dinilai dari unsur-unsur yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan. Selain itu juga karena tujuan yang hendak dicapai dari perbuatan tersebut.

Nah maka itu penting untuk mencari unsur apa yang mampu mendorong manusia melakukan suatu perbuatan. Di samping itu juga mencari tujuan yang hendak dicapainya. Jadi kita akan memahami kapan suatu perbuatan dikatakan baik dan kapan dikatakan buruk.

Sebagai seorang muslim, landasan melakukan suatu perbuatan haruslah berdasarkan iman kepada Allah. Kemudian landasan selanjutnya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan yang membawa syariat Islam. Syariat inilah yang  menjelaskan tentang perintah-perintah dan larangan Allah. Syariat inilah yang akan mengatur hubungan kita dengan Allah, dengan dirinya sendiri dan juga dengan manusia yang lainnya. Seorang muslim yang meyakini hal ini akan menyesuaikan perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah. Inilah yang mendorong seorang muslim melakukan suatu perbuatan. Kemudian seorang muslim juga akan menyesuaikan tujuan yang hendak dicapainya dengan ridho dari Allah SWT. Setiap perbuatan yang berpotensi untuk mendatangkan murka Allah tentu akan dijauhi. Itu semua karena menyalahi perintah dan melanggar laranganNya. Amal perbuatan ini akan dikategorikan sebagai amal buruk. Begitu pula sebaliknya. 

Jadi dalam Islam, seorang muslim mengatakan predikat sesuatu itu baik karena perbuatan itu diridhai oleh Allah. Sedangkan buruk sebagai perbuatan yang dimurkai oleh Allah. Islam telah menentukan siapa yang boleh menentukan standar. Semua standar dikembalikan kepada Sang Khaliq. Hanya Allah sajalah sebagai Asy-Syar'i (Pembuat Hukum) yang boleh menentukan predikat baik-buruknya suatu perbuatan. Jadi berpegangan tangan/beradegan mesra/ memandang yang bukan pasangan sah adalah buruk di mata Allah.

Demikian unek-unek saya kali ini. Monmaap kalau panjang x lebar. Abis emessh dengan tingkah polah orang-orang yang aimless di akhirat ini.

Wallahu alam bi shawab. 

Kamis, 27 Agustus 2020

Mispersepsi Diskusi JKDN

 Mispersepsi Diskusi JKDN


Oleh Wendy Lastwati


Notifikasi Telegram kemarin menyala. Channel Jejak Khilafah di Nusantara memberikan pengingat bahwa malam tanggal 27 Agustus 2020 akan ada diskusi. TvOne akan menyiarkan diskusi tentang topik yang sedang hangat diperbincangkan. Acara akan berlangsung pada pukul 19.00. Bersama narasumber sang sutradara Jejak Khilafah di Nusantara, Nicko Pandawa, ketua PBNU, Prof. Azyurmardi Azra, dan Ustazd Ismail Yusanto. 


Dari perbincangan tersebut terdapat mispersepsi tentang khilafah. Pertama Prof. Azyurmardi Azra menyebutkan bahwa Turki Ustmani dan Abbasiyah bukanlah kekhalifahan. Yang disebut kekhilafahan hanyalah Khulafaur Rasyidin. Kemudian Prof. Azyurmardi hanya menyebut Abu Bakar dan Umar sajalah yang benar-benar khalifah.


Apakah demikian adanya? Kalau dilihat fakta sejarahnya, ternyata Kekhilafahan itu dimulai dari Khalifah Abu Bakar sampai Kekhalifahan Turki Ustmani. Karna memang Khalifah berarti pengganti. Dari apa? Pengganti dari kepemimpinan Rasulullah untuk menerapkan hukum-hukum Islam. Semenjak Rasulullah wafat, para sahabat begitu sibuk mencari pengganti Rasulullah. Bahkan kita mengenal hukum syara tentang boleh dimundurkan penguburan mayat dari peristiwa ini. Hal itu menunjukkan bahwa begitu pentingnya memilih sosok pemimpin dalam Islam. Bahkan sampai penguburan jenazah Rasulullah pun harus dimundurkan.


Setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib berakhir, memang kekhilafahan bukan lagi menjadi kekhalifahan ala minhajin nubuwah. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Namun penulisan sejarah adalah tergantung sudut pandang seseorang. Dari Muawiyah, mulailah disebut sebagai Bani Umayyah atau disebut juga dinasti. Memang dalam masa kekhalifahan Umayyah, para Khalifah yang diangkat adalah anak keturunannya. 


Begitupun dengan Kekhalifahan Abbasiyah. Proses pengangkatannya berbeda dengan proses pengangkatan seorang Raja. Seorang Khalifah diangkat melalui proses baiat. Inilah yang membedakan sistem kekhalifahan dan kerajaan. Hal ini berlangsung sampai masa kekhalifahan Turki Ustmani berakhir. Sistem Kekhalifahan dihapuskan oleh Pemerintahan Mustafa Kemal parlemen Turki. Setelahnya kita mengenal bahwa Turki berganti menjadi Republik. Pemimpinnya pun dikenal sebagai Presiden. Bukan seorang Khalifah. 


Mispersepsi yang lainnya adalah penyebutan Khalifah. Gelar yang digunakan untuk menyebut kepada pemimpin Islam bisa menggunakan gelar Khalifah, Imam, atau Amir al-Mu'minin. Kaum Muslimin diperbolehkan memberi gelar asalkan maknanya sesuai dengan fakta dan tidak bertentangan dengan hukum syara. Contohnya Sultan al-Mukminin. Maka ketika disebut dengan Sultan itu berarti memang kekuasaan pemerintahan Islam. Sistem pemerintahan ini memang khas karena diatur oleh hukum syara. Peraturannya berlandaskan Al-Qur'an dan Sunah Nabi. 


Berbeda dengan pendapat yang disebut oleh Ketua PBNU. Mengatakan bahwa Presiden adalah pengganti Rasulullah adalah suatu bentuk pengaburan fakta. Sistem presidensial sangat berbeda dengan sistem pemerintahan Islam. Sistem Republik Presidential merupakan sistem khas dari sistem demokrasi berbeda dengan sistem Khilafah Islam. 


Sistem presidensial sangatlah berbeda dengan sistem khilafah. Dalam sistem presidensial, kekuasaan presiden diangkat oleh demokrasi rakyat. Demokrasi inilah yang berbeda dengan sistem Islam. Dalam demokrasi, mengatur dan membuat hukum ada pada dewan perwakilan rakyat. Sedangkan dalam Islam, hak membuat hukum hanya diberikan kepada Syar'i(Pembuat Hukum/Allah). 


Mengklaim bahwa negara demokrasi adalah sama dengan Khilafah merupakan tindakan yang gegabah. Keduanya sangatlah berbeda baik dari asas dan pelaksanaannya.

Minggu, 03 Mei 2020

Zeromind

 


Oleh Wendy Lastwati


Saya suka angka nol. Dulu bahkan pernah bercita-cita punya anak laki-laki yang bernama Zero. Angka nol itu adalah angka yang keren. Berapapun angka yang dikalikan dengan angka nol maka hasilnya adalah nol. Waktu itu saya pernah mendengar atau membaca di mana ya lupa tentang tulisan angka nol. Isinya tentang konsep bagaimana mengenolkan pikiran. Pikiran seseorang yang tidak positif dan tidak juga negatif. Itu disebut titik nol / zeromind. 


Zeromind atau dalam Bahasa Indonesia adalah titik nol adalah suatu konsep kondisi saat kita menjadi sempurna dan dapat mendengar suara Tuhan, mendapat suatu pencerahan. Zeromind bisa diartikan sebagai mengikhlaskan, melepaskan, dengan berpasrah pada kekuatan yang lebih tinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Diantara semua konsep tentang pikiran yang pernah saya baca, konsep zeromind inilah yang paling bisa saya terima. Konsep ini saya pelajari lebih banyak dari suatu komunitas jiwa sehat yang ada di Indonesia. 


Seringkah kita membaca tentang konsep berpikir positif? Kalau saya iya. Sudah dipraktekkan juga. Namun kadang saya gagal dan malah lebih terluka. Kemudian saya mengenal konsep double negatif. Jadi menurut sang konseptor, kita perlu dua kali berpikir negatif. Rupanya teori ini memasukkan unsur logika matematik. Konsep itu mentah karena saya mungkin tidak cocok dan belum paham sepenuhnya. Sampai akhirnya bertemu dengan konsep zeromind ini dan merasa paling cocok. 


Konsep zeromind ini sebenarnya melengkapi kedua konsep berpikir tadi. Jika kita berada pada suatu keadaan yang membuat pikiran menjadi sangat negatif, misalnya sekarang ketika wabah covid-19 ini pertama kali muncul. Kita akan semakin terus tertarik mengetahuinya. Namun berita tentang corona ini lebih didominasi oleh berita negatif. Pikiran kita pun menerima dengan negatif. Kita akan menarik ke posisi negatif. Maka kita perlu memasukkan dalam pikiran kita tentang sesuatu/berita/informasi yang positif. Supaya seimbang tetap dalam posisi nol. 


Bagaimana jika tak terlalu cemas, bahkan menganggap biasa saja wabah ini. Itu juga sebaiknya tidak dilakukan. Melihat berita kebaikan saja dan menutup sama sekali akses atau mengabaikan fakta bahwa ada wabah dan bersikap masa bodoh terhadap wabah ini juga salah. Faktanya memang wabah ini sedang terjadi di belahan bumi manapun. Sehingga perlu juga untuk mengantisipasi keadaan terburuk. Skenario terburuk. Dalam istilahnya, prepare for the worst, hope for the best. 


Konsep zeromind ini bisa sering kita alami pada hal lain. Misalkan kita sedang menginginkan sesuatu. Ketika kita sangat ingin itu, biasanya harapan itu malah tak kunjung sampai. Sedangkan jika kita biasa saja dalam arti memasrahkan dan tidak terlalu memaksakan justru harapan itu malah terwujud. Begitulah zeromind bekerja. Pikiran kita dapat menarik sesuatu yang kita inginkan/takutkan. Ketika malah dipikirkan terus akan celaka, malah benar-benar celaka. Maka tariklah kebaikan saja. Supaya yang terjadi adalah kebaikan. 


Konsep zeromind ini ya mungkin kalau dalam Islam, adalah bagaimana manusia senantiasa mengingat Allah dan memasrahkan diri kepada Allah. Allah berfirman, "Hanya dengan mengingat Aku maka hati menjadi tenang.” (QS. 13 : 28).

Dan dalam surat Ath-Thalaq ayat tiga, “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]


Islam juga menerangkan bagaimana seorang muslim berdoa kepada Allah pun kita diharuskan berada pada kondisi harap dan cemas. Semacam syarat agar doa dikabulkan. Allah berfirman,


إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ


“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan *harap dan cemas.* Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90). 


Menurut Ats Tsauri, dari Tafsir Al Wajiz Wahbah Zuhaili yang dimaksud dengan harap dan cemas adalah, bahwa mereka *mengharapkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi-Nya dan takut terhadap azab di sisi-Nya.*


Mengharap kenikmatan itu bisa kita masukkan ke dalam pikiran positif dan takut terhadap azab itu dalam pikiran negatif sehingga hasilnya posisi doa itu akan berada di posisi nol. Kemudian pada posisi nol itu dia merasakan ikhlas dan bersyukur kepada Allah.


Pada suatu ceramah yang saya dengar, seseorang yang ingin doanya sangat dikabulkan harus menempatkan doanya itu pada suatu titik pertengahan. Bayangkan jika di suatu ujung tali itu adalah takut sedang di ujung lain adalah harap. Pada pertengahannyalah kita harus menempatkan rasa kita pada doa tersebut. Misalkan kita ingin anak kita menjadi shalih-shalihah. Jangan terlalu berharap sekali atau menempatkannya pada ujung harap. Sehingga kita tidak takut bahwa ada peluang anak kita itu akan membantah kita sekali. Atau justru kita menempatkannya pada rasa sangat takut mungkin karena melihat anak itu lebih sering membantah. Sehingga menempatkan doa tersebut pada ujung rasa takut maka anak itu tidak mungkin jadi anak shalih. Tempatkanlah pada posisi di tengah. Kita tetap mengharapkan kebaikan. Anak menjadi shalih-shalihah. Namun harus ada rasa cemas anak menjadi tidak shalih melihat berbagai kondisi. Ketika kita menempatkan harap dan cemas pada posisinya yang seimbang maka posisi itu menjadi nol dan itulah posisi seorang hamba terhadap Penciptanya yang seharusnya. 


Jadi proses mengikhlaskan itu harus disertai harap dan cemas (positif dan negatif). Saat proses itu terjadi mengikhlaskan dan bersyukur serta yakin kepada Allah sambil tetap ikhtiar dan berusaha dengan menyegerakan melakukan kebaikan. Maka kebaikan ada padanya. Dan Allah akan mengabulkan doanya. Insya Allah.


Begitulah menurut saya mengapa konsep zeromind ini sangat pas dengan penjelasan Islam mengenai konsep berserah diri pada Allah. Posisi yang seimbang antara positif dan negatif. Posisi nol.

Senin, 15 Juli 2019

Kali Pertama Thoriq TK

 Hari Pertama Sekolah 📖


Hari ini Thoriq (6 tahun) mulai bersekolah. 

Dua tahun yang lalu sempat dimasukkan ke TK A. Sayang waktu itu habis melahirkan. Tak sempat diantarkan oleh Bunda. Thoriq jadi mogok sekolah. Temannya sedikit katanya jadi ga mau sekolah. Setahun yang lalu juga masih ga mau sekolah katanya aku masih kecil. 


Tahun ini mau ga mau udah dimasukkan sekolah aja deh. Bunda ga memilih homeschooling karna ga mampu. Jadi masuk ke TK aja. Bunda sengaja ga memilih les baca yang sangat hype banget di kalangan ibu-ibu. Bunda punya pertimbangan sendiri dan Ayah selalu mendukung. Yang penting sekolah. 😀


Tadinya masih sempet galau. Mungkin karna belum pernah punya kegiatan. Akhirnya dipilihlah RA B yang deket rumah. Supaya gampang anterinnya. (Alasan yang simpel).


Persiapan masuk TK udah heboh bener deh. Mulai dari beli sepatu, kaus kaki, dan alat tulis. Heboh mengalahkan Sang Kakak. Sebenarnya ini strategi supaya semangat sekolah saja kok. 


Masuk sekolah RA mulai jam 7.30. Jadi Bunda bisa antar Kakak Sofi dulu. Thoriq udah siap sekolah jadi ga ada drama ga mandi pagi. Disuruh mandi pagi setelah sarapan langsung ok.  Jalan ke sekolah dengan riang. 


Sampai di sekolah juga senang dan sabar menunggu arahan Bu Guru. Bunda ga nunggu di dalam kelas. Hanya melihat dari balik jendela. 


Saat jam istirahat Thoriq keluar, Bunda wawancara dulu,


Bunda : gimana sekolahnya? Seneng ga?

Thoriq : seneng banget (sambil sumringah) seru sekolahnya. Besok bawa bekal nasi ya Bun. 

Bunda : Ok. 


Anak siap sekolah Bunda senang. 😁😁💕💕💓💗


Gambar : Thoriq dari Balik Jendela

Senin, 21 Januari 2019

Minimalism


By : Wendy.dlast

Kali ini lagi pengen ngomongin Minimalism. Trend ini lagi booming di Indonesia semenjak Raditya Dika ngepost tentang minimalism di akhir tahun lalu. Padahal udah ada YouTuber Indonesia yang bikin konsep tentang ini juga. Tapi jadi makin ngehype semenjak artis yang mengenalkannya. 

Well apa si itu Minimalism. Konsep ini sendiri datang dari Amrik. Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus membuat dokumenter yang memperkenalkan konsep minimalism di YouTube pada tahun 2010.  Minimalism adalah konsep atau gaya hidup sederhana yang merujuk kepada sejumlah praktik sukarela untuk menyederhanakan hidup. Misalnya, memilih tinggal di rumah minimalis, tindakan mengurangi jumlah dan jenis harta kepemilikan atau meningkatkan kemandirian. Tapi minimalis sendiri juga bisa berarti proses untuk mengenali apa yang penting dalam hidup Anda dan mengeliminasi sisanya. Less is more. 

Ngomongin Less is more saya jadi ingat penyanyi favorit jaman jahiliah. Joss Stone punya satu judul lagu tentang ini. Dan saya suka banget. Trus jadi mikir-mikir. Bener banget kita cewe seneng perhatian yang ga terlalu over. Jadi ini liriknya bermakna banget. 
Saya tuh sampai mikir berulang-ulang apa sih ini kurang tapi lebih. Padahal emang bener yang ga terlalu berlebih-lebihan kadang lebih memuaskan. (Ngerti ora son?😂)

Balik lagi ke konsep minimalis. Sebenernya dalam Islam konsep ini tuh udah ada. Konsep minimalis ini dikenal dengan nama Zuhud. Dalam Islam sendiri konsep zuhud lebih kental dengan nuansa ketuhanan karna Islam mah udah terkenal dengan konsep idrak sillah billah (kesadaran manusia akan hubungannya dengan Pencipta). Jadi zuhud itu yang artinya meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat. 

Kita bisa melihat contoh gaya hidup minimalis atau zuhud ini melekat kepada Rasulullah. Lihatlah rumah beliau yang sederhana. Padahal beliau  kan termasuk orang kaya bermartabat di jamannya. Lihatlah tempat tidur  beliau yang hanya terbuat dari kayu dan berselimut satu lembar. Lihatlah cara berpakaian beliau. Bisa saja beliau bergagah-gagah. Lihatlah bagaimana Rasulullah berinteraksi dalam hidupnya. Lihatlah dan kau akan terpesona dengan kesederhanaan Rasulullah. Lihatlah manusia teladan ini dan kau akan terpukau. Ga perlu juga mencari teladan yang lebih baik darinya. Karena semua ada dalam diri beliau. Shollu ala Rasul. 

Semenjak melihat dari foto-foto tentang rumah Rasulullah yang begitu sederhana, saya jadi pengen banget menerapkan itu ke kehidupan sehari-hari. Enak banget kayaknya hidup minimalis tanpa beban. Tanpa pusing dan repot ngurusin barang-barang. Dulu pernah diberi wejangan sama guru saya, hidup itu sederhana aja, katanya. Cukup punya tiga jilbab. Satu dipake, satu dicuci, satu lagi disimpan. Prakteknya yang repot ya. Haha dasar ga mau repot. Padahal repot itu cuma ada di pikiran aja. 

Well, praktek hidup minimalis ini ternyata ga segampang itu ya sodara-sodara. Karna butuh tekad yang kuat dan juga dukungan orang sekitar. Ketika saya sudah mengurang-urangi isi lemari, biasanya ada aja yang cerewet. Kenapa ini dibuang, kenapa ini kan masih bagus. Padahal kan ya udah ga dipake ngapain juga masih dipertahankan, Marimar! 

Sejatinya praktek hidup minimalis ini perlu terus diasah. Apalagi kalau ditambahkan pemahaman bahwa mempraktekkan minimalis ini karna ingin beribadah kepada Allah. Saya ingin zuhud meninggalkan keinginan dunia karna ingin terus mendekat kepada Allah. 

Jadi apa Anda tertarik dengan konsep hidup minimalis?😊

Senin, 14 Januari 2019

Memories of Alhambra

 


Oleh Wendy Lastwati


Duh, disuruh ulas drakor ama si Emak Ita Djamari bikin mules. Soalnya udah lama ga nulis euy! Berasa kayak orang udah lama ga olahraga. Haha. Bisa kram en pegel-pegel. Tapi demi dah demi... Demi otak biar tetep waras jadi kita salurkan aja energi positif ini ye kan!


Memories of Alhambra ini adalah drakor on going yang sedang tayang di Korea sonoh. Jadi ceritanya belum tamat. Minggu depan baru selesai. Ratingnya termasuk tinggi untuk ukuran kabel tv (bukan disiarkan sama stasiun TV besar). Awalnya eike agak malas nontonnya. Pertama ga terlalu demen ama aktris utamanya Neng Park Shin Hye. Kalau aktor utamanya si Oppa Hyun Bin jangan ditanya. Aktingnya ga diragukanlah. Pertama juga ga nonton streaming tapi baca sinopsisnya aja. Hihi emak-emak musti hemat kuota. Walaupun akhirnya ga tahan pengen nonton streaming juga. 


Mengutip premise dari Asianwiki, Memories of Alhambra ini bercerita tentang seorang CEO Perusahaan Investasi, Yoo Jin Woo (diperankan Hyun Bin) dari Korea. Jin Woo pergi ke Barcelona Spanyol untuk urusan bisnis. Jin Woo sebenarnya sedang melewati masa sulit secara emosional karna dikhianati sahabatnya sendiri. Dia mengunjungi Granada dan menginap di hostel tua yang dikelola oleh Jung Hee Joo (Park Shin Hye). Di sana, Yoo Jin Woo terlibat dalam hubungan yang aneh.


Dari premise aja ga ketebak ini cerita cem mana pula. Soalnya premisenya terlalu gantung. Alasan kedua males ngikutin drakor ini karna penulis skenarionya dulu adalah penulis skenario drakor berjudul W. Drakor W ini di awal seru tapi kayak kehilangan arah mau cerita apa di tengah-tengah nya. Jadi kan tambah ga penasaran sama drama Memories of Alhambra ini. Udah tau trek rekodnya si scriptwriternim nya. 


Ternyata episode pertama Memories of Alhambra ini booming yaw Gaes. Jadilah aku penisirin. Ceritanya Jin Woo ini mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak dikenal dengan maksud menjual hasil karyanya berupa game Augemented Reality (AR) dengan nama Memories of Alhambra. Seorang programer jenius tersebut  bernama Se Jo yang diperankan oleh Chanyeol (idol kpop). Namun, suatu insiden terjadi mengharuskan Yoo Jin Woo mencari tahu dimana keberadaan pembuat game tersebut dan mendapatkan pesan bahwa Hostel Bosnita yang dikelola oleh Jung Hee Joo (diperankan oleh Park Shin-hye) merupakan kakak dari pembuat game tersebut yang tinggal di Kota Granada, Spanyol.


Pas nonton episode pertama aku seperti terpukau gitu, Gaes. Karna ga nyangka aja cerita semenarik itu. Soalnya emak mana ngerti AR Game. Sampai nanya pula sama ponakan yang tukang main game, emang ada model game canggih kayak gitu. Augemented Reality Game itu sendiri adalah game yang bisa dimainkan secara nyata. Ceritanya si Jin Woo itu masuk (log in) ke game dengan cara memakai kontak lensa. Jadi kayak ada layar game seperti di game biasa. Bedanya ini dilihat langsung dari mata sendiri. Kemudian dia bertarung dengan musuh menggunakan senjata kayak beneran. Jin Woo ini terpesona sama game nya soalnya nyata banget. Dia dikasi pedang dan kayak memegang pedang beneran. Jin Woo juga bertarung seperti bertarung beneran. Padahal itu cuma ilusi aja (bisa banget dah filmnya). Sampai-sampai orang disekitarnya menyangka Jin Woo gila karena berantem sendirian. Fyi,  Augemented Reality itu sendiri dalam dunia per-game-an masih  wacana aja. Belum ada beneran.  


Dalam drama Korea, tema cerita yang memasukkan unsur game ini baru pertama kali dibuat. Makanya Oppa Hyun Bin mau ikut main di drama ini setelah hiatus dalam drakor selama tiga tahun. Kritikus film di Korea tak ketinggalan juga memberikan apresiasi karna ceritanya yang fresh. 


Skenario cerita keseluruhan drama Memories of Alhambra ini sih lebih mateng dibanding sama drama W sebelumnya. Ga nyangka aja Neng Park Shin Hye ngejelasin sesuatu tentang game trus memberi tahu kalau Fatimah adalah anak Muhammad. Berarti scriptnya pakai analisis data dulu ya ga asal. Walaupun dari segi romansanya setipe ama drakor yang lain. Berputar-putar di tema cowok kaya dan cewek miskin. Tapi ceritanya sih semakin lama semakin bikin penasaran. Tonton aja sendiri ya Gaes. Seru deh liat aksi laganya Oppa Hyun Bin 😂😂. Visualisasi kota Barcelona, Granada dan Benteng Alhambra sendiri juga keren banget. 


Selain ceritanya yang ga biasa dan bikin penasaran, Benteng Alhambranya sendiri juga memukau. Ini kan kayak ada sejarah Islamnya gitu ya. (Walaupun setting tempatnya doang). Jadi searching deh kan apa itu Alhambra. Lagi-lagi masih menurut Wikipedia, 

Alhambra (bahasa Arab: الحمراء = Al-Ħamrā'; berarti "merah") adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan Bani Umayyah di Granada, Spanyol bagian selatan (dikenal dengan sebutan Al-Andalus ketika benteng ini didirikan), yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal Khalifah beserta para pembesarnya.


Alhambra sendiri awalnya dibangun sebagai benteng kecil pada tahun 889 M pada sisa-sisa benteng Romawi.  Kemudian reruntuhannya direnovasi dan dibangun kembali pada pertengahan abad ke-13 oleh emir Nasrid Mohammed ben Al-Ahmar dari Imarah Granada, yang membangun istana dan dinding saat ini. Alhambra diubah menjadi istana kerajaan pada 1333 oleh Yusuf I, Sultan Granada.


Waw banget ga sih. Eike pas liat-liat foto-foto benteng Alhambra itu langsung jatuh cinta. Ga nyangka ada bangunan bersejarah kejayaan Islam yang emejing banget. Jadi pengen napak tilas ke Alhambra setelah umroh. (Ngarep!) Doain ya Gaes.

Minggu, 08 Juli 2018

Beranilah Bermimpi Besar!




Beranilah Bermimpi Besar!

(Oleh-oleh sharing dan bedah buku Muslimah Negarawan dan Empowering Muslimah)

"Gapailah mimpi setinggi langit." Pepatah itu mungkin sering kita dengar. Namun realisasinya kadang yang sulit. Bahkan pepatah tersebut direduksi dengan kalimat "Gapailah cita-citamu setinggi langit-langit."
Mengapa pepatah itu direduksi? Mungkin karna menggapai langit itu seolah-olah adalah hal yang sulit dan mustahil.

Padahal kita manusia sudah dibekali oleh Allah dengan potensi yang luar biasa. Yang sampai gunung pun tidak sanggup menanggungnya. Ya potensi itu adalah potensi akal. Dengan potensi akal ini manusia itu menjadi makhluk yang berbeda derajatnya dari makhluk yang lain.

Bermimpi besar itu tidaklah salah. Karna memang sudah fitrah manusia untuk selalu mencapai sesuatu yang lebih. Manusia diberikan oleh Allah Swt potensi lain berupa naluri untuk mempertahankan diri. Di mana kita ingin selalu mendapatkan hal-hal yang lebih dari sebelumnya. Maka bermimpi besar setinggi langit itu adalah sebuah keharusan. Pepatah lain bahkan mengatakan "tanpa harapan manusia tidak akan bertahan hidup selama sedetikpun." Berharaplah. Bermimpilah. Bercita-citalah yang tinggi. Bermimpi besarlah tanpa harus keluar dari hukum syara. Mungkin cita-cita itu misalkan adalah bermimpi masuk surga!

Beranilah bermimpi besar.
Bermimpi atau bercita-cita besar bukanlah sesuatu sulit. Yang sulit adalah merealisasikannya. Mimpi kita harus besar tapi realisasikanlah dalam langkah-langkah yang kecil. Buatlah tangga-tangga menuju langit itu secara bertahap.

Tambahkan juga sikap sabar dan tidak tergesa-gesa dalam meraih mimpi kita. Karna mimpi besar tidak bisa dicapai dengan mudah. Karna kita ingin menggapai langit bukan langit-langit.

Diantara mimpi-mimpi besar adalah seperti yang telah dicita-citakan oleh teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara banyak cita-cita Rasulullah,  ada yang belum terealisasikan adalah penaklukan kota Roma! Begitulah kita lihat bagaimana teladan kita Rasulullah, mencontohkan kepada kita untuk berani bermimpi besar!

Jadi beranilah bermimpi besar mulai dari sekarang! Allahu Akbar!!!




Rabu, 15 November 2017

Lepasnya Hijab Seorang Muslimah


Berita itu lagi. Seorang muslimah melepas kerudungnya kemudian bercerita kepada seorang kafir. Kapan hari kita saksikan juga seorang muslimah juga melepaskan keimanannya demi menikahi seorang laki-laki yang tidak beriman. Muslimah lain pun tak tahan dengan kelakuan seperti itu dan menghujat mereka dengan sebutan “lemah iman”. Fenomena ini mengingatkanku pada perkataan sang Nabi tentang fitnah akhir zaman.

Duh wahai diri tahanlah lisanmu selagi mampu. Duh diri yang merasa paling suci, ingatlah sabda nabi ini, “ Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.”
Mungkin saja hari ini, muslimah itu yang melepaskan hijabnya. Tapi bisa jadi esok hari diri kitalah yang akan jadi seperti itu. Maka diri bersegeralah beramal, jangan tunda lagi. Jangan tunda lagi sedekahnya, jangan tunda lagi perbaikan diri, jangan tunda lagi kajiannya. Segerakan...segerakan. Duhai diri, bisa jadi hari ini, muslimah itu yang menanggalkan keimanannya. Tapi siapa yang menjamin esok kita masih akan beriman? Duhai diri banyak-banyaklah berdoa tsabit aqdamana’, doa supaya diteguhkan, dikokohkan keimanan ini oleh Allah. Siapakah yang bisa menjamin dirimu besok juga leluasa beramal? Siapa lagi yang menjamin nikmat iman masih ada dalam jiwamu?

Kali ini aku juga ingin bertanya. Negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak katanya? Apakah kita menjadi bangga dengan label itu? Apa Islam telah menjadi standar berpikir kita? Apakah jika penduduk muslim terbanyak otomatis kita juga disebut masyarakat Islam? Yang kulihat masyarakat ini sibuk sekali mencaci si muslimah itu. Seolah yang salah hanya dia seorang. Apa ini karakter masyarakat Islam? Ataukah ini ciri masyarakat kapitalistik yang selalu mengatakan bahwa semua adalah salah individu. Karna masyarakat didefinisikan sebatas kumpulan individu? Mengapa muslimah itu dibiarkan diperolok, dibiarkan begitu saja melepaskan kemuliaannya? Siapakah tetangga terdekatnya? Siapakah orang alim di sekitarnya? Siapakah ketua RT, RW dst..dst..? Siapakah saudaranya? Ingatlah ini wahai diri, bahwa Rasulullah SAW pernah pula bersabda, “ Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam. Atau “Orang mukmin dengan orang mukmin yag lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” Akankah kita jadi masyarakat yang muslim yang saling menguatkan?

Dan yang terakhir, di manakah Junnah kaum muslim? Di manakah kau Khalifah, penguasa, pemersatu , pelindung dan perisai kaum Muslim? Kami membutuhkanmu. Di sini tengah kami saksikan para muslimah bergelut sendiri dengan keimanan kami. Di manakah kau al-Mu’tashim Billah yang akan menjawab seruan kami para muslimah? Di manakah pasukan yang akan melindungi kami, yang siap berperang membela kemuliaan kami para muslimah? Siapakah yang sekuat baja melindungi aqidah kami? Sedang kami saksikan penguasa muslim ini hanya memikirkan perutnya sendiri? Ingatlah ini para penguasa muslim, “Tidak ada seorang hamba yang Allah serahkan kepadanya untuk memimpin segolongan rakyat lalu ia tidak memelihara rakyatnya itu dengan menuntut dan memimpin mereka kepada kemashlahatan dunia dan akhirat melainkan tiadalah ia mencium bau syurga.” Ingatlah wahai penguasa muslim nasib Anda di akhirat akan sangat berat!

Menulis untuk mengingatkan diri sendiri
Menyebar agar orang lain mengingatkan diri ini lagi

#banggabicarakhilafah

Jumat, 11 Agustus 2017

Tips toilet training

Tips sukses toilet training

Toilet training mungkin adalah fase pembelajaran kepada anak yang membuat saya lumayan stress.  Soalnya liat orang kayaknya gampang banget mengajarkan toilet training.  Dua anak saya agak lama sekitar usia 3 tahun lebih baru bisa lepas pospak.

Yang lebih nyebelin lagi adalah ibu-ibu nyinyir lainnya yang sangat kepedean dengan komentar,  "duh umur segitu kok belum bisa pipis sendiri.  Diajarin dong.  Kayak anak saya setahun udah bisa lepas pokok. Duitnya sayang buat beli pokok."  Yaaa menghadap orang macam gini mah hadapi saja dengan senyuman.  Mungkin hidupnya susah sekali.  Susah menghadapi perbedaan.  😂

Lalu bagaimana mengajarkan toilet training pada anak. Berikut Tips yang saya dapat dari buku Parent's Guide : Growing Up usia 3-4 tahun.

1. Orangtua harus mengubah mindsetnya dulu. Usia bukanlah patokan anak di toilet training.  Jadi jika anak lain sudah bisa lepas popok usia setahun belum tentu yang lain juga bisa. Tunggulah waktu yang tepat. Dan kesiapan anak dalam belajar toilet training ini berbeda.  Saat anak pertama saya,  Sofi diajarkan toilet training,  usianya baru enam bulan. Alhasil anaknya trauma.  Jadi toilet trainingnya gagal.  Akhirnya usia 3 tahun dia baru siap.  Ya sudah lah.. Emang ga bisa maksa kan.. Begitu juga dengan anak kedua. Sampai umurnya empat tahun lebih, masih suka ngompol dan nahan2 pipis.

2. Kesiapan fisik dalam toilet training yaitu mencakup,  anak sanggup menahan air seni dan tetap kering selama 3 jam atau lebih.  Kemampuan ini menunjukkan otot saluran kemih anak sudah cukup berkembang  menyimpan air seni lebih banyak.

3. Kesiapan kognitif yaitu anak dapat mengenali kapan ingin buang air kecil atau buang air besar.

4. Kesiapan emosional yaitu sudah bisa menahan sejenak  agar hajat tidak keluar di sembarangan tempat.

5. Anak sudah bisa berjalan dengan baik, sudah bisa melepas celana sendiri.

6. Jika anak sudah mandiri dan meniru kebiasaan orang di kamar mandi,  Anda sudah bisa mulai latihan.

7. Hindari  pemaksaan. Anak akan trauma karna obsesi ibunya yang ingin cepat2 bisa. Anak bisa saja menahan keinginan dan malah menimbulkan masalah lain,  sembelit.  Bulatkan tekad untuk tidak memaksa si kecil untuk lulus lebih cepat karna justru akan menambah kegugupan anak.  Better late than never.

8. Tunda keinginan jika ada perubahan dalam keluarga,  misalnya pindah rumah,  baru sekolah,  atau kelahiran adik bayi.

9. Membuat jadwal atau kebiasaan kapan harus pipis juga bisa dilakukan.  Misalnya setiap mau tidur dibuat rutinitas,  pipis,  gosok gigi dll.  Lakukan dengan cara menyenangkan bukan dipaksa.

Demikian tips sukses toilet training.  Semoga sukses ya Mak!

Tips mengajarkan anak tanggung jawab

Tips mengajarkan anak tanggung jawab.

Hal yang cukup memusingkan bagi ibu  adalah ketika anaknya sering menumpahkan air atau makanan ke lantai.  Padahal lantai baru saja di sapu dan di pel.  Cukup membuat emosi ibu menjadi labil. Reaksi terparah ketika keletihan sudah memuncak adalah berteriak emosi karna karya usahanya membuat rumah menjadi apik menjadi berantakan. Well Ibu-ibu siapa yang sering mengalami hal seperti  ini?

Dengan berteriak,  memang emosi ibu agak menjadi reda sedikit.  Namun ini tidaklah menyelesaikan masalah.  Anak justru akan mencontoh hal yang salah.  Anak akan senang karna ibunya bereaksi.  Yang ia kira itu adalah reaksi yang positif.  Karna anak belum bisa membedakan reaksi positif atau negatif.  Yang ada di benak anak (apalagi usia 2-3 tahun) adalah ibunya bereaksi.  Ini akan memicu anak untuk lebih sering melakukan eksperimen agar ibunya bereaksi.  Entah itu marah,  cerewet,  berteriak. Anak justru senang jika ibunya merespon tindakannya.  Yang justru dari sisi ibu, anak bertingkah tambah menyebalkan.

Berikut adalah tips mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.

Menghukum anak dengan mencubit berteriak memarahi bukanlah reaksi yang tepat. Anak akan mencontoh ibunya yang suka berteriak dan pemarah. Atau anak bisa jadi malah menyembunyikan emosinya  yang ini malah lebih parah jika menjadi kebiasaan.  Ia akan menjauh dari ibunya.

Tidak tepat juga menghukum anak dengan melarang kesukaannya misalnya tidak boleh makan es krim.

Tidak tepat juga ibu yang selalu membersihkan bekas tumpahan tersebut. Ini mengajarkan anak menjadi ketergantungan  kepada ibu. Justru anak tidak belajar bertanggung jawab atas kesalahannya.

Ketika anak menumpahkan sesuatu akan lebih baik jika anak diajarkan untuk mengambil lap kering dan suruhlah anak mengelap bekas air atau makanan yang ia tumpahkan.
Dengan mengelap bekas tumpahan ini,  anak justru belajar bertanggung jawab atas perbuatannya.  Anak tau apa yang harus dilakukannya ketika ia melakukan kesalahan dan ibu juga mengajarkan anak untuk mandiri mengatasi masalahnya sendiri. Ulangi terus hingga menjadi kebiasaan. Mulai usia 2 tahun,  anak sudah bisa diajarkan untuk mengelap.  Justru ia akan senang dengan kegiatan baru ini.

Pertama kali mendapatkan tips tersebut langsung saya praktekkan.  Dan hasilnya adalah ibu saya sampai heran mengapa Thoriq begitu pintar.  Ketika ada tumpahan sesuatu ia akan sigap mengambil lap dan langsung membersihkannya.

Itulah tips yang saya pelajari. Semoga bermanfaat  membantu menjaga kewarasan ibu di rumah.  Salam waras!

Kamis, 27 Oktober 2016

Belajar tertib lalu lintas yang menyenangkan dengan Robocar Poli



Sebagai ibu dua anak, kegiatan menonton tv itu sudah hampir jarang sekali dilakukan. Beberapa alasan yang ada di antaranya yang pertama adalah sebagian besar tayangan televisi itu sudah sangat tipikal dan membosankan. Memang lebih seru menjelajah di dunia internet. Kita sudah tahu kalau sebagian besar televisi itu punya kepentingan politik apa. Bagaimana cara pemberitaan terhadap seorang figur. Mungkin sudah tidak ada lagi kaidah-kaidah jurnalistik. Bahkan tayangan yang bersifat rekreasi itu sudah tidak lucu sama sekali. Acara-acara musik dan komedi yang tidak mendidik, semua tayangan demikian sudah dicoret dalam daftar tontonan. Mungkin hanya berita dan tayangan yang bersifat informatif seperti "things out of the box" atau tayangan sejenis. Alasan kedua adalah sibuk dengan anak dan kegiatan lain.


Walaupun begitu, menonton film kartun atau anak-anak harus ada di "daftar yang harus dilakukan". Mengapa? Karena orang tua tetap mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi pemahaman yang ada dalam tayangan tersebut. Saya masih termasuk tipe Ibu yang membolehkan menonton tv dengan berbagai persyaratan. 


Di antara sekian banyak tayangan untuk anak-anak, ada satu yang berhasil lolos seleksi dalam kategori aman versi saya, yaitu Robocar Poli. 


Robocar Poli adalah program animasi yang berasal dari Korea Selatan. Program ini masuk ke dalam kategori tayangan untuk anak-anak yang dibuat oleh RoiVisual. Robocar Poli ternyata sudah ditayangkan di Perancis, Jepang, Taiwan dan negara lainnya. Di Indonesia sendiri, Robocar Poli disiarkan oleh RTV setiap Senin sampai Rabu pukul 19.00 WIB.


Robocar Poli bercerita tentang sebuah tim penyelamat lalu lintas di sebuah kota kecil bernama Brooms Town. TIm tersebut terdiri dari Poli, si karakter utama. Poli adalah mobil robot polisi yang berwarna biru pirus yang bisa berubah menjadi robot. Selain Poli ada karakter lain seperti Jin, Helly, dan Amber. Di kota itu selalu ada kecelakaan dan masalah seperti mobil yang meluncur di tebing yang licin, kecelakaan mobil, anak yang terkunci di kantor pemadam kebakaran dan sebagainya. Dalam setiap episode, tim dapat menyelamatkan tokoh karakter lain. Pada setiap akhir episodenya tim penyelamat akan memberikan nasihat lalu lintas untuk tokoh karakter lain yang sedang dalam bahaya.


Episode yang saya suka berjudul "Keamanan Bersepeda". Bercerita tentang Jenny yang belum bisa naik sepeda. Padahal di kota tersebut akan diadakan tes bersepeda. Tapi bagaimana ini, Jenny bahkan belum stabil bersepeda. Untunglah ada Poli yang mengajarkan Jenny bagaimana seharusnya bersepeda yang baik dan aman! Akhirnya Jenny bisa lulus tes bersepeda dengan nilai tertinggi. Selamat Jenny. Kerja yang bagus!


Seru sekali mengajarkan anak tentang keamanan di jalan. Sebagai pengendara motor yang baru, jujur saja saya sering sekali mendapat serangan jantung mendadak. Pengetahuan orang Indonesia tentang keamanan mengemudi sangatlah buruk. Banyak yang belum sadar dengan kewajiban memakai helm, sabuk pengaman, dan yang lainnya. Saya sendiri merasakan hal itu karena informasi tentang keamanan di jalan raya masih minim. Sebenarnya ini adalah PR untuk penguasa yang berwenang. Kita butuh mengendara di jalan dengan aman. Hal pertam yang harus dilakukan adalah dengan memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang bagaimana peraturan di jalan raya. Film Robocar Poli ini adalah contoh film yang baik. Mungkin film ini bisa didukung dan dipakai oleh dinas Jasa Marga dan Polisi Lalu Lintas. Menggunakan film adalah salah satu cara untuk menginformasikan tentang aturan di jalan raya yang bisa dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat. 


Jujur saja, saya agak sebal dengan pemberitaan pungli. Buat apa ya terlalu dibesar-besarkan. Justru menambah muak dengan aparat. Padahal sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat bahwa yang disasar adalah polisi-polisi kecil. Berani tidak menangkap petinggi besar, yang kerjanya korup dan menindas rakyat? Harusnya uang yang dikorup itulah yang dipakai untuk membuat infrastruktur yang aman, pengadaan sarana dan pra-sarana untuk menyebarluaskan informasi tentang keamanan mengemudi. 


Penting sekali untuk membuat kota kita aman dari kecelakaan lalu lintas. Yang harus disadari adalah tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Patuh pada peraturan bukan sekadar jika ada polisi saja. Zaman sekarang itu bukanlah lagi zaman "peraturan dibuat untuk dilanggar". Jika masih ada pemahaman seperti ini, maka wajarlah jika keadaan di jalan menjadi sangat kacau. Jalan raya seperti di hutan rimba yang tidak punya aturan. Padahal kita ini manusia bukan? Perlu aturan karena kita dikaruniai akal oleh Allah.


Bagaimana agar peraturan itu ditaati? Langkah yang mudah dan harus dilakukan adalah dengan menyebarluaskan informasi tentang peraturan lalu lintas. Cara yang mudah dimengerti dan seru untuk mengajarkan kepada anak tentang aturan tertib lalu lintas adalah dengan menonton film Robocar Poli ini. Selamat menonton. 

Selasa, 11 Oktober 2016

I Love The Scratching On The Wall From My Kids

I love the scratching on the wall from my kids

White is the color on my wall
Beautiful that’s everyone say all
But it last only just two fall
When that little girl start to scratch small

When you scratch that wall dear, 
I feel like my heart wanna tear
She doesn't know that marker is hard to disappear 
But mommy never have that fear

When everyone start busy talking bout my wall
They talk it like screwball
They think i would distressful
No i wont, because this my home, my rule

I know its the time you explore
I never want to judge you anymore
I love you kids more and more
That’s what mother are for

That scratch worth billion much more than Picasso
You know kiddos i love you more and so
Because 
I love the scratching on the wall from my kids

Indonesia, October 12 2016. 06.09
With love from your mother







its been a year

wow
its been a year i never write in the blog

well Bismillah lets start over

Selasa, 13 Oktober 2015

Motivasi up grade diri




Kalau bertemu dengan seorang “guru” maka segala sesuatu yang diucapkannya pasti memiliki pengaruh positif ke dalam diri kita. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan “guru” tersebut. Ada beberapa nasihat beliau yang sangat bagus. Nasihat beliau selalu saja membuat saya terkesan. Walaupun penampilannya biasa saja. Namun ketika beliau berbicara maka aura positif akan nampak. Dulu sebelum melihat beliau berbicara di depan forum, kesan pertama saya terhadap “guru” tersebut adalah beliau begitu kerepotan mengurus kelima anaknya. Terakhir kemarin bertemu ternyata anaknya sudah tujuh. Subhanallah! Yah perempuan mana sih yang bisa mengurus anak tujuh tanpa pembantu dan tidak kerepotan? Hari gini.... Masha Allah. Sungguh beliau adalah seorang teladan.

Beberapa dari nasihat beliau yang begitu membekas adalah tentang meng up grade diri. Sebagai pengemban dakwah tentu tugas tersebut sangat mulia. Tapi berapa banyak yang kemudian benar-benar meningkatkan kualitas dirinya? Meningkatkan tsaqofahnya dalam kajian-kajian halqohnya. Benar-benar mutholaah sebelum kajian rutin dilakukan? Kadang malu diri ini karena belum maksimal dalam halaqoh. Berdakwah masih malas-malasan. Masih malas untuk menulis beropini. Asyik dengan kesibukan sendiri yang terkategori mubah. Belum 100 persen mengeluarkan kemampuan terbaik. Belum mastato’tum. Bagaimana mungkin pekerjaan yang mulia namun tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh?

Masih terngiang-ngiang kalimat mengup grade diri. Atau kita sebut saja meningkatkan kualitas diri. Sebuah aktivitas di mana kita harus melakukan peningkatan, penambahan kemampuan kerja atau kapasitas dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika saya gogle frasa “ug grade” pada laptop hitam saya. Sebuah frasa dalam bahasa asing. Ternyata tidaklah asing di laman-laman berbahasa Indonesia. Banyak sekali tulisan tentang mengupgrade diri. Tulisan tersebut bukanlah tulisan tentang pengemban dakwah, tulisan masyarakat biasa. Yah di zaman kompetisi ini, masyakarat kapitalistik terbiasa dengan persaingan. Selalu ingin meningkatkan diri demi penghasilan yang lebih. Namun tujuan seorang pengemban dakwah bukanlah lagi dunia. Tujuan pengemban dakwah adalah negeri akhirat. Bukankah itu sudah termasuk suatu tujuan yang harus dikejar dengan segala daya upaya?

Seharusnya kita malu, wahai diri yang masih bermalas-malasan menyambut kemenangan. Seharusnya kita segera bergerak meningkatkan kualitas dan kapasitas kita!

14 oktober 2015. Pengingat untuk diri yang masih malas.

Jumat, 11 September 2015

I Do What I Believe. (Aku lakukan apa yang aku percaya)

Hai Sobat FRESH, mau tau banget nih? Hii kepo-ers bingits. Ini serius, apa sih yang kalian percaya?

Apakah kalian percaya hal-hal ini?
-          I Believe I Can FLY  ( Aku percaya aku bisa TERBANG )
-          I Don’t want to believe, I want to know ( Aku tidak mau percaya, Aku mau tahu )
-          Believe in your dreams  ( Percaya pada mimpimu )
-          Believe in yourself  ( Percaya pada dirimu )
-          I believe in God, but……  ( Aku percaya pada Tuhan, tapi…… )

Sebagai remaja muda trendi masa kini, pasti tau bangetlah jargon seperti di atas. Secara jargon di atas selalu digembar-gemborin di film, novel, pergaulan dll. Kalimat yang pertama itu ada di lagunya R.Kelly. Kalimat kedua ada di novel sains. Kalimat ketiga dan keempat ada di training motivasi. Dan yang paling terakhir ga usah dipikirin deh daripada mumet.

Dari sekian banyak kalimat senada, kita harus hati-hati terhadap apa yang kita percayai. Contohnya nih kalau ada temen bilang “I believe in Jesus”. Mungkin dia adalah penganut Kristen. So, hati-hati terhadap segala omongan kita. Kita mungkin akan dicap demikian. Kita juga harus mengerti dan paham maksud dari suatu kalimat sebelum kita omongin lagi. Misalnya pada kata-kata ini, “percayalah pada segala yang bisa kamu pikirkan, kamu bisa menjadikannya kenyataan”. “Percaya pada perasaanmu”. “Aku percaya pada karma yang berarti aku bisa melakukan hal-hal buruk kepada orang karena mereka berhak mendapatkannya”. “Aku mau percaya kalau ada alien”. “Jangan percaya pada semua yang kamu pikirkan”. Dan penggemar Justin Bieber, kamu pasti tahu judul lagu doi yang “Believe”. Tapi udah paham belom arti lirik lagunya?

Jadi apa sih arti percaya atau dalam Bahasa Inggris disebut Believe?

Kalau dilihat dalam kamus, Believe atau percaya dapat diartikan (1)menerima sesuatu atau mengakui bahwa  sesuatu memang benar atau nyata, (2) menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada.

Diantara sekian banyak kalimat seperti di atas, mana sih yang benar? Lalu bagaimana caranya untuk mendapat kepercayaan yang benar? Mau tau apa mau tau banget nih? Kalau mau tau banget ya caranya adalah harus tuh berpikir tentang pertanyaan yang paling mendasar. Apa saja mereka?

Pertama. “Where do we come from”? Ini adalah salah satu penggalan lirik lagunya Dream Theater. Jadul banget. Tapi kok kepikiran yah sampai buat lagu seperti ini? Iya karena setiap manusia mau tidak mau pasti dalam lubuk hatinya paling dalam (tsaaah) memikirkan hal ini. Walaupun dia kelihatannya abai, bodoh, dan tidak peduli. Karena ini adalah pertanyaan mendasar setiap manusia. Dari mana sih kita lahir? Apa bener manusia dari monyet? Siapa sih yang menciptakan kita? Siapa itu Pencipta?

Kamu yang mengaku gaul kalau sampai ga pernah mikirin Pencipta, beneran kebangetan. Pasti pernahlah berpikir tentang Pencipta. Cuman kadang ga pernah bener-bener membuktikan kalau ada Pencipta beneran. Cuma “percaya” aja. Atau kata Mamah, Papah, Pak Ustaz/ Bu Ustazah. Nah makanya yuk kita buktikan. Beneran kan ada Pencipta? Kalau dulu pepatah Arab mengatakan jika ada jejak kaki unta maka pasti ada untanya. Hal ini pun berlaku sama. Jika ada manusia dan alam semesta yang merupakan bekas-bekas penciptaan maka pasti ada yang kita sebut Pencipta. Selain itu manusia dan alam semesta ini pun bersifat terbatas dan bergerak teratur. Siapa sih yang mengatur semua ini? Kalau ada yang bilang ini terjadi dengan sendirinya kan aneh banget. Coba lihat contohnya di jalan raya. Kenapa semua serba semrawut? Kalau ada pengaturan ternyata lalu lintas terasa lebih baik kan? Apalagi alam semesta yang lebih rumit pasti ada yang mengaturnya. Jadi uda pasti ada yang namanya Sang Pencipta.

Kalau dalam Islam, kita menyebut Pencipta dengan sebutan Allah. Untuk mengenal Allah, bisa dikenali dari sifat-sifatnya. Sifat yang pertama adalah pasti bukan makhluk soalnya kan Dia adalah sang Khalik atau Pencipta. Kalau dia diciptakan pasti namanya makhluk. Selanjutnya adalah bersifat wajibul wujud atau pasti adanya. Udah kita buktiin di paragrap atas. Sedangkan sifat berikutnya adalah bersifat azali atau tidak berawal dan tidak berakhir. Kalau kita ngomongin asal dan zat Pencipta, akal kita ga bakalan sampe. Soalnya Pencipta bersifat tak terbatas sedangkan manusia bersifat terbatas. Bisa-bisa kita dikatain gila. *nyengir.

Pertanyaan kedua adalah mau ngapain sih kita di dunia? “Why are we here”? Coba dibuka lagi yuk AlQur’an surat adz-Dzariyat ayat 56. Allah mengatakan kalau manusia dan jin diciptakan untuk menyembah kepadaNya. Jadi Allah yang bilang yah kalau tugas kita di dunia ini adalah dalam rangka beribadah kepadaNya. Nah terus beribadah itu yang seperti apa sih? Nanti kita bahas setelah pertanyaan yang ketiga ini.

Ketiga, “Where we go when we die”? Ke mana sih setelah meninggal? Karena setiap orang pasti meninggal dunia. Coba ada apa ga orang yang hidup 250 tahun? Paling lama hidup juga 100 tahun kan? Kalau kata guru matematika, peluang orang mati itu satu. Alias pasti. Siapa yang mau lari kalau malaikat Izrail udah menjemput. Hiiii serem. Jadi kita ga mungkin menghindari. So lebih baik kita hadapi. Rasulullah bilang orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal setelah kematian. Apa maksudnya kita disuruh nyiapin kain kafan? Hehe ga lah. Yang harus dipersiapkan adalah amal kita karena nanti setelah kematian ada dua jalan. Mau ke surga atau neraka? Kamu mau pilih yang mana?

Rasanya semua pasti menjawab mau ke surga dooong. Bener nih yakin? Kalau mau ke surga sok atuh mati dulu. Mau? Hihi.

Kalau kita baca dalam terjemahan Al Qur’an, ada beberapa ayat yang menggambarkan tentang surga. Ohiya kalau ngomongin tentang surga dan neraka kita harus merujuk pada AlQur’an yah. Soalnya hanya Alquran yang sanadnya mutawatir. Kalau katanya..katanya.. mending dipertanyakan lagi. Karena surga dan neraka adalah perkara gaib. Kita ga bisa mengetahui kalau ga ada informasi sebelumnya. Emangnya dukun kali bisa tau. Dukun aja bisa boong.

Nah dalam Alqur’an digambarkan bahwa surga itu adalah tempat yang indah. Ada sungai susu yang mengalir, ada buah-buahan yang banyak, sungai khamer, madu. Orangnya ga pernah tua selalu muda. Wow pokoknya nikmat deh. Tak terbayangkan oleh pikiran kita sekarang.

Sedangkan neraka adalah kebalikannya. Kalau kita mau masuk ke dalamnya bukan disambut kayak di surga tapi dicemplungin. Masih mending kalau jatuhnya ke air laut. Ini mah ke api neraka yang mendidih. Makan dari nanah dan darah. Minum dari air yang sangat panas. Udah gitu terus disiksa sampai mati. Kemudian dihidupin lagi dan disiksa lagi terus selamanya. Hiiiii serem bingits. Seriusan. Siapa yang mau hidup dalam neraka selamanya? Yaudah yuuuk pada tobat. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Lalu bagaimana caranya supaya tau apa-apa aja yang disuruh dan dilarang oleh Allah. Makanya #yukngaji. Dari mana kamu tau info kalau kamu ga cari tahu. Emang kamu orang pintar yang dapet wangsit dari mimpi. Hehe. Sekarang uda ga zaman ngandelin ngaji tanpa tau isi AlQur’an. Masa minim banget sih usahanya. Jangan cuma belajar tahsin aja. Lanjutin sampe bener-bener ngerti n paham Alqur’an. Hare gene masih maksiat? Udah ga zaman. Ga paham Alquran itu jadul banget. Sekarang zamannya orang tobat. Kan lagi trend tuh ngaji Qur’an di kereta. Nice banget.

Nah jadi gimana Sobat, pada percaya apa yang tadi saya jelaskan? Apa yang kamu pikirkan? Jangan hanya bilang percaya tapi juga harus bener-bener tahu dan yakin apa yang kamu lakukan. Buat apa sekolah, buat apa hidupmu, dsb.

Setelah kamu percaya, saatnya kamu yang menentukan pilihan. Kamu bebas memilih tapi kamu ga akan bebas dari konsekuensi pilihanmu. Maksudnya apa tuh? Sekarang kamu bebas mau nentuin sikap dan tindakanmu. Mau tetap bermaksiat? Apa mau taat? Mau tetep berkata kasar dengan orangtua? Mau masih berdua-duaan ama yang bukan mahrom? Terserah. Tapi beneran nanti kamu yang harus tanggung akibatnya sendiri.

Kalau kamu pilih tetep bermaksiat akibatnya ya masuk neraka. Sedangkan jika kamu pilih surga maka kamu kudu wajib taat sama Allah.

Do what you believe (Lakukan apa yang kamu percaya)

Sekarang kalau kamu percaya sama Allah maka kamu harus beribadah kepada Allah. Ini adalah penjelasan dari pertanyaan kedua tadi. Beribadah kepada Allah dengan cara bener-bener bertakwa kepada Allah. Gimana cara bertakwa? Takwa itu artinya menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tujuan takwa adalah menggapai ridho rhoma, eh salah. Menggapai ridho Allah SWT. Dalam surat Al Hujurat ayat 13 Allah mengatakan orang mulia di sisiNya adalah orang yang bertakwa. Kemudian ada juga perintah untuk masuk Islam secara menyeluruh dan sempurna. Ga boleh setengah-setengah kudu total.

Kesimpulannya, bertakwa adalah seluruh amalan atau kegiatan hidup kita harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Karena syarat diterimanya amal adalah ikhlas dan sesuai dengan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah. Trus gimana caranya bisa paham apa yang dicontohkan oleh Allah. Sekali lagi harus #yukngaji. Ngaji atau menuntut Ilmu Islam itu sebenernya wajib ‘ain. Artinya menuntut ilmu Islam itu bukan hanya tugas Ustaz/Ustazah. Seluruh kaum muslim wajib untuk menuntut ilmu. Allah memberikan pujian kepada yang menuntut ilmu dengan meninggikan derajat orang berilmu. Wah ini bisa jadi jalan menuju surga Allah.

Selain itu jika kamu percaya pada Allah kamu juga harus aktif berdakwah. Ga perlu harus jadi Ustaz/ Ustazah untuk bisa berdakwah. Sampaikanlah walau baru satu ayat yang kamu ngerti. Sampaikan ke orangtua bukan dengan cara menggurui yah. Bisa jadi dengan menanyakan dengan sopan kepada orangtua apa sih menurut mereka yang disebut beriman dsb. Kalau orangtua ga bisa jawab nah ajakin aja ikut kajian juga. Ajakinnya baik-baik yah bukan menyuruh. Itu udah termasuk berdakwah loh. Gampang kan? Mulai aja dari yang mudah-mudah dulu. Setelah itu tingkatin yah ke temen-temen dan yang lainnya.

Ternyata pada kenyataannya agak susah yah supaya tindakan kita sesuai dengan tujuan hidup yaitu menggapai ridha Allah. Pengennya sih masuk surga tapi masih aja bermaksiat kepada Allah, malas ibadah, malas dakwah, tidak menepati janji, suka ngegosip, tidak menjaga pergaulan, dan fangirling.

Kalau ada yang belom tau fangirling. Artinya adalah kegiatan mengidolakan seseorang. Yang pasti biasanya selebritis. Ngapain aja sih fangirling ini. Yang biasa-biasa aja sih biasanya kepo-in akun sosmednya, ngrumpiin kehidupan sehari-harinya. Sampai ada yang paling parah nguntit ke rumah atau mengubah (operasi plastic) wajahnya mirip seperti idolanya. Hiii pergaulan anak zaman sekarang.

Khusus yang masih suka fangirling. Hihi emang kalau remaja itu pasti punya idola yah. Selalu kepo ama apa yang dilakukan ama idola kita. Boleh ga sih? Inget lagi kita bebas memilih tapi kita ga bebas dari akibat pilihan itu. Fangirling itu akibat pola pikir yang diarahin ama media. Coba kalau ga ada tv dan internet. Mungkin idola itu ga akan diciptain. Hampir ga ada sih yang bisa menghindari pengaruh media sih. So, kalau ada yang melalaikan kita dari perintah Allah sebaiknya dihindari. Minimal dikurangi lah. Ingat-ingatlah tujuan kita. Lakukan apa yang kita percayai. Segera memperbanyak amal shalih dan menghilangkan kebiasaan buruk. Ingatlah nanti akan Hari Penghisaban. Hari di mana amal kita ditimbang. Mau banyakan amal baik apa amal buruk? Amal buruk tuh menggosip, kufur nikmat, buka aurat, membuang-buang waktu pada hal yang mubah, maksiat dll. Sedangkan amal baik itu diantaranya adalah bertakwa, sholat tepat waktu, zakat, infak, puasa, berdakwah dan menuntut ilmu.

Yuk lakukan apa yang kamu percaya!
  1. Mencintai Allah dan Rasul dengan mentaati seluruh perintah dan laranganNya
  2. Sholat wajib tepat waktu
  3. Mentaati Ibu dan Bapak dalam kebaikan
  4. Berpakaian menurut ajaran Islam
  5. Menjaga batas pergaulan
  6. Bersahabat dengan remaja muslimah sholehah lainnya
  7. Dll sesuai tuntunan Rasulullah yang diamanahkan Allah SWT
Kalau ada yang membelokkan kita dari jalan yang benar maka kita harus motivasi diri kita sendiri. Baca lagi terjemahan Alqur’annya. Surat Al Mu’minuun: 9-11, Al Kahfi: 107, Al Hajj: 56, Luqman: 8.

Mari berpikir mendalam lagi.

Di tengah banyaknya godaan, kita terus harus bisa berpikir mendalam atau merenung lagi. Berpikir tentang arti hidup. Sadar tentang diri kita sendiri. Kita adalah makhluk Allah. Kalau kita berani untuk bermaksiat maka kita harus merasakan perihnya derita di neraka. Ga mau kan? Makanya supaya terus sadar kita harus meminta kepada Allah diberikan petunjuk dari Allah supaya tidak tersesat. Kemudian harus percaya juga kepada janji Allah yang akan memberikan ganjaran surga di akhirat kelak. Itulah yang dinamakan beriman. Lanjutkan keimanan kita dengan bertakwa kepada Allah. Karena bertakwa adalah ekspresi keimanan dengan menjadikan Islam sebagai tolak ukur perbuatan kita. Sudahkah perbuatan kita semua setiap hari sesuai dengan aturan Islam? Kalau sudah berarti kepribadian kita telah menjadi unik. Penampilan, perilaku dan ucapan telah sesuai dengan Islam. Kalau belum yuk berlatik terus. Selamat berjuang!